KERJA BELASAN TAHUN, HASILNYA MANA?

25 April 2026 menjadi salah satu moment bersejarah bagi seorang Eka.

Bertambah satu moment haru lagi yang menjadi jawaban dari sekian banyak pertanyaan orang-orang “KERJA BELASAN TAHUN, HASILNYA MANA?”

Motor masih beat karbu legendaris yang menemani 16 tahun terakhir ini. Mobil tidak punya. Hp pun masih iphone keluaran lama. Tidak punya aset. Rumah masih numpang orang tua. Padahal sudah 11 tahun kerja, lalu hasilnya mana?


Bahkan sering kali dibilang “MAKANYA MENABUNG!!”


Aku tertawa saja tidak pernah serius menanggapinya, menurutku semua orang berhak terheran-heran. Barangkali mereka terlampau perhatian peduli dengan hidupku dan kemana gaji-gaji ku itu perginya HAHAHA.

 

Dan ternyata inilah jawaban hasil 11 tahun ku bekerja tanpa henti, 2 BUAH TOGA DAN SENYUM KEDUA ORANG TUA.


 

---

Kemarin siang, aku menangis haru sesaat setelah mendengar nama adingku disebut pada SIDANG SENAT WISUDA SARJANA dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Alhamdulillah tidak henti-henti aku berterimakasih kepada Allah, seperti semua perjuangan dan lelahku seketika terbayar begitu saja.

 

Kemudian semua moment kilas balik berputar seperti film di kepala ku. 

2021 tepat lima tahun yang lalu, aku yang bermodalkan gaji 1 jutaan perbulan waktu itu, nekat dengan “bismillah” izin Allah memutuskan untuk membiayai kuliah adingku. Saat itu aku hanya yakin Allah pasti membantuku.

Tentu semua hal tidak selalu berjalan mulus, baru 3 bulan kuliah bocah itu merengek mau berhenti kuliah. Mamaku bilang “Terserah kakamu karena dia yang bayar semuanya”.

Aku tau aku bukan kaka yang baik lemah lembut bak peri, aku ini selayaknya kakak perempuan anak pertama yang kesabarannya kadang setipis kulit bawang. Aku lah kak Ros in real life wkwk

Seperti biasa setiap memulai diskusi denganku dia sudah banjir air mata, mungkin aku semenakutkan itu di matanya. 

 

Mendengar tangis dan keluh kesahnya aku sama sekali tidak tersentuh. Menurutku dia hanya kaget dan belum terbiasa dengan sistem perkuliahan.

Dia bilang “Sebelum terlalu jauh dan kaka sudah terlanjur keluar banyak uang mending selesaikan sekarang karena sepertinya aku gak sanggup”.

Ku bilang, “Uang itu bukan urusanmu, biar aku cari uangnya. Belajar aja yang bener, jangan bolos kuliah ikuti semua alurnya. Tidak perlu jadi juara yang penting lulus aja.”

Ku kasih paham dia sedikit, ku ceritakan semua pengalamanku. Ku ceritakan perjuangan ku dulu kuliah tanpa bantuan siapapun, betapa beratnya kuliah sambil cari uang. Tapi liat aku berhasil melaluinya kan? Ku jelaskan seberapa pintarnya dia, yang bahkan lebih pintar dari aku. Jadi semua yang dia khawatirkan itu sama sekali tidak berdasar.

Ku bilang jalani dulu 1 semester, kalo memang keputusannya tidak berubah maka kita akan diskusi lanjutan. Ia pun akhirnya mengalah.

Dan alhamdulillahnya diskusi lanjutan itu tidak pernah terjadi, alias dia sudah sangat enjoy menjalaninya dia pun menjadi sangat aktif di kampus. Otomatis itu menjadi booster semangatku dalam bekerja.

 

2023 aku memutuskan untuk mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Walaupun waktu itu sempat dilema karena jam kerjanya 6 pagi ke 6 sore alias 12 jam, dan liburnya cuma 1 hari dalam 2 minggu. Dengan mempertimbangkan banyak hal dan biaya studi adingku yang semakin semester semakin bertambah, akhirnya ku ambil juga. (mengenai pekerjaan iniakan ku ceritakan di lain kesempatan ya ^-^)

 

Alhamdulillah, berkat izin Allah dari awal sampai akhir semester aku tidak pernah kesulitan dalam proses pembayaran. 

Namun ada kendala kecil setelah melalui semester akhir, ku lihat bocah ini menjadi terlalu santai dan tidak fokus dengan skripsinya. Sesekali ku tegur, dia beralasan masih mengerjakan laporan PKL. Kedua kali, dia bilang masih banyak waktu. Ketiga kali, tidak terlalu dia hiraukan.

WOW itu artinya dia siap menghadapi diskusi part 2 dengan kakanya yang menakutkan ini. Setelah diskusi panjang lebar yang penuh tangis air mata itu akhirnya senjata terakhirku keluar, ku bilang “Kalau tidak sidang semester ini, semester depan silahkan bayar sendiri UKT beserta biaya sidang dan wisudanya” 

---

Kejam memang, tapi aku mengenal adingku. Satu-satunya orang yang akan dia dengar walaupun sambil menangis adalah aku, dan aku yakin 1 genjotan kejam dariku akan kembali memancing ambisinya.

Dan ternyata keyakinanku benar, hari ini aku melihatnya tersenyum sangat cantik dengan toga membalut tubuhnya. Dia dengan percaya diri melintasi podium prosesi pemindahan tali toga, kemudian menyanyi mempersembahan lagu untuk orang-orang disana. AKU BANGGA.

 

Terimakasih adingku, kembali membuktikan bahwa kamu luar biasa.

Terimakasih sudah membanggakan kedua orang tua kita.

Terimakasih sudah sabar menghadapi omelan kakamu ini.

Terimakasih sudah membuat perjuangan ini menjadi tidak sia-sia.

 

Selamat wisuda, Rabiatul Adawiah, S.Pd

Aku mungkin bukan kaka yang sempurna, mungkin aku lebih banyak marahnya. Namun, doa ku untukmu lebih luas dari alam semesta.

Setelah ini perjalanan masih panjang, perjuangan masih berlanjut. Kamu akan menghadapi dunia yang sebenarnya. Semoga gelar dan pekerjaanmu kelak akan menjadi berkah untuk orang tua kita di dunia hingga membawa mereka ke surga.

Aaminn Allahumma Aamiin, panjang umur dan bahagialah sepanjang usia.

 

Dari kakamu, yang menyayangimu 23 tahun lebih lama dari selamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliah Untuk Kerja atau Kerja Untuk Kuliah?

Wisuda (18 November 2020)